Alhamdulillah, antara rasa syukur dan sedih akhirnya saya dan saudara/i lainnya sebagai pejuang SALAM UI 14 akan segera berakhir. Kebersamaan yang terjalin kurang lebih selama setahun ini tentunya begitu berat untuk ditinggalkan. Namun, seperti kata pepatah “Jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan”, maka kita harus bersiap bila didatangkan hari perpisahan itu. Jika setahun lalu kita menyambut datangnya awal kontribusi di SALAM dengan suka cita, maka sekarang kita tetap akan menyamput perpisahan ini dengan suka cita, suka cita dalam artian tidak ada sedikit pun rasa kesia-siaan ketika kita berada di sini, (SALAM), malah jargon yang selalu kita sempatkan untuk diteriakan di berbagai kesempatan itu semoga dapat kita implementasikan secara langsung di aktivitas lainnya. menginspirasi
Awal kisah berada di SALAM, sebenarnya saya tidak begitu berniat untuk masuk menjadi salah satu anggotanya. Saya hanya berencana untuk mengikuti dua kegiatan selama tahun ini, pertama ingin mensyiarkan islam di tingkat fakultas bersama LDF (FUKI, syiar/PSDM) dan kedua ingin mengabdi kepada mahasiswa baru di tingkat UI, BEM UI (Kesejahteraan Mahasiswa). Kenapa akhirnya bisa bergabung dengan SALAM? Keputusan ini tak lepas karena pada saat pendaftaran anggota FUKI, saya dimintai ketuanya untuk masuk ke biro danus (padahal dafarnya syiar/PSDM), alasannya karena pada semester sebelumnya saya menjadi danus di proyek SALMAN, Simposium Internasional 5. Sejak ditunjuk untuk bergabung dengan danus FUKI yang rasanya kerjaannya tidak terlalu berat, akhirnya saya memutuskan untuk mensyiarkan islam di tingkat UI saja, pilihannya antara ILC/DSP SALAM. Pada awalnya sih bingung memilih ILC atau DSP (saat menjadi SALMAN magang di ILC). Namun, karena ILC terlihat lebih berat karena tiap pekan harus membuat kajian (waktunya pun bentrok sama waktu kuliah), akhirnya diputuskan untuk memilih DSP, pilihan pun semakin mantap setelah meminta pertimbangan dari manasaja, terutama dari bang Daus dari metalurgi, katanya walaupun berat kerjaannya, tapi hanya di waktu-waktu tertentu saja. Akhirnya saya mendaftarkan DSP sebagai pilihan utama. Sambil menunggu proses pengumuman, ternyata, saya tidak sendirian yang nasibnya sama. Satu orang lagi korban keganasan pendaftaran FUKI, Andika Yudha Utomo, dia juga dikorbankan dan dijebloskan ke dalam danus FUKI (padahal juga tidak mendaftar danus). Pendaftaran BEM Fasilkom pun dia tidak lolos, akhirnya karena merasa kurang kegiatan akhirnya dia mendaftar ke SALAM dengan “kembali” masuk ke dalam humas setelah setahun sebelumnya juga berkecimpung di humas SALAM UI X3 (lho?).
Setelah melakukan proses seleksi pendaftaran, akhirnya saya diterima resmi menjadi pengurus SALAM 14 (Kata Bang Farid sih cuma formalitas). Petualangan pun di mulai, pada satu bulan pertama sih masih susah membagi waktu untuk syuro dan kegiatan luar SALAM UI, main-main ke sekret SALAM UI aja muncul rasa enggan enggan (padahal enak buat nyantai, lebih nyaman dan bersih dari tahun lalu ). Tapi pada akhirnya saya bisa membagi waktu dan bisa beradaptasi dengan baik dengan anak-anak SALAM lainnya. Kekeluargaan yang timbul pun begitu hangat dan menyenangkan. Pada awalnya di DSP, saya diamanahkan untuk bertanggung jawab di pengajian UI.
Tantangan pertama di SALAM datang ketika saya ditunjuk menjadi PJ panitia lomba Inspiration Days dengan sang PO-nya Heru Purwanto. Tema yang diusung adalah seni dan teknologi (klo ga salah). Dan Alhamdulillah
, untuk lomba inspiration days ini bisa di bilang cukup sukses dan dirasa benar-benar bisa banyak menginspirasi, ada lomba nasyid, cerpen, story telling, dan blog. Yang awalnya pesimis karena banyak sekali hambatan yang didapat, mulai dari rentang waktu publikasi dengan lombanya yang amat singkat, juri yang sulit didapat, sedang di tengah-tengah UAS, sampai pendaftar peserta nasyid yang sedikit sampai menjelang hari-H. Pada akhirnya semua itu bisa digantikan menjadi rasa syukur yang luar biasa karena ternyata banyak pertolongan Allah yang diluar dugaan datang . Tak terpikirkan bagaimana pada saat TM setelah workshop nasyid yang datang hanya ada dua kelompok padahal yang terdaftar ada 8 kelompok, saat itu sempat khawatir karena takut peserta benar-benar sedikit yang datang (melihat dari peserta workshop nasyidnya juga sih, yang datang malah bukan peserta). Namun pada saat berlangsungnya lomba keesokkan harinya, ternyata yang hadir jauh lebih banyak dari perkiraan awal, yang datang sampai ada 14-16 kelompok dengan penampilan yang luar biasa semua. Alhamdulillah
, terima kasih kepada semua peserta yang telah meramaikan. Oh iya, saya juga banyak berterima kasih Milatiti Atmami, selaku PJ lomba akhwat di Inspration Days ini, yang karena beliau, banyak hal-hal inisiatif yang penting dan strategis, sampai hal-hal mendetail pun sempat dikerjakan. Selain itu, saya juga berterima kasih sebesar-besarnya kepada sang PO Heru yang sudah bersusah payah membuat acara dan proses lomba menjadi lebih baik dan mudah. Lalu saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bang Farid dengan muka lelah tiada hentinya mengurusi workshop nasyid dengan isi sebagus itu
. Harish sebagai acara yang merangkap perlap dan sangat membantu terutama di lomba nasyid terutama penyediaan alat-alat dari AN, Andika Yudha sebagai humas yang desain web dan spanduknya yang keren dan elegan (walaupun lemah di konten dan isi, karena isi di web sama spanduk berbeda, jadi banyak peserta yang kebingungan dibuatnya), Hadi sebagai Kestari yang kul parah, lalu Iqbal yang mendekorasi, Huda yang banyak membantu di semua acara (banyak anak 48 nih), Afrihadi yang juga cukup membantu, Kak Raniw dan juga teman-teman akhwat yang belum saya kenal lainnya dan sangat membantu dan memotivasi
. Dan terakhir, saya mohon maaf juga kepada Heru dan teman-teman panitia lainnya karena tidak bisa hadir saat pembagian hadiah peserta (padahal harus dateng nih) karena suatu alasan tertentu, dan syuro2 lainnya yang sering izin keluar duluan atau minta pembahasan lomba dimajukan duluan beritanya karena tak bisa lama2 syuro, maaf ya teman2 . Di luar masalah-masalah teknis dan masalah lain yang timbul, Inspiration days dengan orang-orang di dalamnya adalah salah satu acara dengan kepanitiaan terbaik yang pernah saya geluti selama ini, banyak orang dan momen yang benar-benar menginspirasi. Inspiration days, and everything inside in this thing are really inspiring me.
Kegiatan selanjutnya adalah kepanitiaan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, PERAK (Pelita Ramadhan Kampus), bekerja sama dengan Tim Pendidikan MUI, rektorat, dan FRM (Forum Remaja Masjid). Dengan PO dari pihak SALAM UI dipegang oleh Muhammad Iqbal, Fasilkom 2010. Setidaknya di kepanitiaan ini kita dapat menebarkan misi menginspirasi Ramadhan melalui acara-acara yang lumayan variatif, dimulai dari pengajian UI, Pawai Ramadhan, Shaur on the Road, Madzik, Bukber Akbar, KKI, dan lain-lain. Walaupun padat dan mengharuskan buka puasa selalu di MUI tetapi hal ini menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Pada kesempatan kali ini saya memegang amanah sebagai PJ konsumsi. Memilih PJ konsumsi karena ekspektasi awalnya konsumsi tidak akan terlalu berat (Lagi Puasa ga perlu terlalu banyak menyediakan konsumsi, pikiran bodoh -_-). Namun pada akhirnya malah menjadi kerjaan yang berat dan menguras tenaga karena tetap harus menyediakan makanan menjelang berbuka dan shaur. Terima kasih juga saya ucapkan Titin selaku PJ akhwatnya, Kak Eno, Kak Rika, dan akhwat-akhwat lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena memang belum kenal , yang lagi-lagi karena inisiatifnya sangat membantu sekali sehingga banyak kesempatan yang hanya tinggal perlu mengeksekusi persiapan konsumsinya saja . Selain itu, banyak sekali hal berkesan yang dapat diambil hikmahnya dari kepanitiaan ini, contohnya sejak pertama kali berkenalan dengan Yogi (Ta’aruf pertama kali dengan Yogi pada saat kepanitiaan PERAK). Walaupun pada awal bertemu saya salah memperkirakan angkatan sehingga memanggil anak ini dengan sebutan ‘bang’, tapi di PERAK dia menunjukan profesionalitas yang amat tinggi. Saya ingat ketika pertama kali syuro dengan waktu pukul xx.00 saya datang lima menit lebih awal, tapi ternyata pintu sekret di kunci, belum ada yang datang, PO-nya pun tidak kelihatan (padahal syuro pertama koq udah kaya gini). Tapi dengan tiba-tiba si anak ini datang dengan waktu tepat menunjukan pukul xx.00, awalnya sih tidak menyangka bahwa dia juga panitia PERAK, karena setahu saya dia bukan anak SALAM. Ternyata benar, Yogi adalah perwakilan dari Formasi FIB yang berpartisipasi sebagai PJ HPD. Wih, keren, bukan anak SALAM tetapi syuro datangnya paling duluan, professional nih orang. Selanjutnya profesionalitasnya ditunjukan di kerja-kerja berikutnya, desain spanduk, baliho, pemasangannya, semua dipasang dengan rapih, tepat sasaran, dan tepat waktu. Pada saat kepanitian ini saya menaruh respek kepada Yogi melihat kinerjanya yang amat bagus, tapi setelah menjelang akhir-akhir kepanitiaan respek itu berkurang Cuma karena ni anak suka sekali iseng. Tapi di luar itu, saya senang bertemu dengan antum akh , sampai sekarang bisa masih menjadi tandem nih .
Selain Yogi yang menunjukan sikap profesionalitasnya, Tim Pendidikan MUI jauh membuat saya kagum, terutama Bang Faiz dan Bang Havid yang keduanya bisa dengan luar biasa mengatur acara pengajian UI dan rangkaian acara PERAK lainnya sehingga acara berjalan dengan benar-benar lancar. Setidaknya dikepanitiaan ini saya bisa belajar dari keprofesionalitasan dari mereka dan benar-benar membuat saya kagum .
Terakhir, kembali saya ucapkan terima kasih kepada tim DSP jaya, Bang Farid yang super saat pengajian UI (sehabis itu hilang??). Muhammad Iqbal selaku PO yang benar-benar banyak pengorbanannya, Harish yang lagi-lagi membantu di perlengkapan, Hadi yang banyak membantu juga di konsumsi, dan teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena lupa . Tapi di luar itu semua, semoga kepanitiaan PERAK benar-benar bisa menjadi amal kita di bulan penuh berkah itu .
Setelah dua kepanitian besar tersebut, sepertinya kiprah saya di SALAM UI mulai menurun, terakhir saya ditawari untuk menjadi PJ perlap acara CAMAR, tapi akhirnya saya tidak menyanggupi karena ada sesuatu hal dari fakultas yang harus lebih di prioritaskan. Afwan ya Rendi.
Terima kasih juga kepada jajaran petinggi-petinggi SALAM 14. Bang Topan selaku ketua umum yang mungkin sering merasa direpotkan, Bang Nesty selaku Sekjend yang mungkin paling sering kena usil, Bang Mardi, Bang Fikri, dan Kak Maya yang masing-masing menjadi ketua bidang 1, 2, dan 3, Bang Farid dan Kak Rani sebagai rakor DSP. Untuk semuanya, mohon maafkan segala kesalahan saya, bercandaan saya yang terkadang tidak jelas dan celotehan saya yang juga ga jelas, namanya juga ciri khas masing-masing manusia beda-beda, dan ciri khas yang bikin beda saya ya itu, hehe .
Spesial buat bang farid, terima kasih ya carrier, hadiah yang tidak akan pernah dilupakan :p
Ya, mungkin itu coretan dari saya mengenai kesan dan pesan di SALAM UI. Walaupun semua tulisan di atas tidak bisa menggambarkan secara keseluruhan kenikmatan luar biasa berdakwah di SALAM, tetapi saya cukup puas karena bisa berbagi rasa senang dan terima kasih kepada teman-teman yang lainnya.
Sekian dari saya, terima kasih kawan telah mau membaca sedikit kisah dari saya , akhir kata.
Wassalamu’alaikum.wr.wb
Dimas Agung Saputra
Fasilkom 2010
staff DSP jaya!!
SALAM UI 14.