Tindak Lanjut Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II 1998

Ini adalah sebuah esai yang ditulis untuk mengikuti lomba esai melawan lupa dari KOMNAS HAM. Namun, untuk ke sekian kalinya :), tulisan saya tidak lolos seleksi (Padahal mau banget ikutan loka latih penulisan dari KOMNAS HAM, tapi, yasudahlah.. :)). Mungkin karena waktu membuatnya cukup singkat, hanya fokus dalam dua malam, hasilnya juga standar aja sih, hehe.. gapapa lah ya namanya juga latihan nulis :)

Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II 1998 merupakan catatan sejarah kelam bangsa Indonesia yang terjadi pada tanggal 2 Mei 1998. Peristiwa Trisakti dilatarbelakangi oleh keadaan ekonomi bangsa yang sangat lemah sehingga membuat khawatir rakyat Indonesia. Pada peristiwa tersebut terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia yang ditandai dengan perlakuan aparat keamanan yang melakukan penembakan terhadap sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti saat bentrokan dalam demontrasi. Akibatnya, terdapat empat mahasiswa yang gugur pada bentrokan tersebut dan keempat-empatnya berasal dari Universitas Trisakti. Setelah itu, terjadi demontrasi besar-besaran yan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk menuntut pengusutan penembakan mahasiswa Trisakti, penolakan terhadap penunjukan Soeharto sebagai Presiden kembali, pembubaran DPR/MPR 1998, pembentukan pemerintahan baru, dan pemulihan ekonomi secepatnya. Kemudian hal ini berlanjut ke Tragedi Semanggi I dan Semanggi II. Yang dilatarbelakangi oleh sikap masyarakat dan mahasiswa menolak Sidang Istimewa 1998 dan juga menentang dwifungsi ABRI/TNI karena dwifungsi inilah salah satu penyebab bangsa ini tak pernah bisa maju sebagaimana mestinya.

 

Tragedi Semanggi I dan Semanggi II juga menandakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat militer dengan melakukan tindak kekerasan kepada mahasiswa dalam menghentikan penolakan sikap mahasiswa terhadap pemerintahan Peristiwa Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II pada dasarnya adalah peristiwa yang menunjukan bahwa rakyat Indonesia, terutama kalangan mahasiswa, sangat peduli dengan keadaan Indonesia yang sedang lemah dalam perekonomian pada saat itu. Sangat wajar jika para mahasiswa atau masyarakat umum menyuarakan aspirasinya dengan cara demontrasi dengan turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan Indonesia, apalagi aksi itu adalah aksi damai. Mungkin karena ada rasa kekhawatiran dari pihak keamanan sehingga untuk mencegah terjadinya kerusuhan dan kurang sabarnya pemerintah dalam menghapai masa aksi sehingga pihak aparat keamanan dengan sangat ketat mengawal demontrasi tersebut. Awal peristiwa pilu itu pun terjadi, iba-tiba pihak keamanan melontarkan peluru kearah mahasiswa yang menyebabkan kepanikan masa aksi tanpa alasan yang jelas. Seharusnya kondisi akan tetap bisa dikembalikan karena memang tidak ada tanda-tanda akan terjadi kerusuhan dari arah masa aksi, walaupun memang penyebab kerusuhan ada indikasi karena beberapa ulah provokator.

 

Peristiwa tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM secara kelompok maupun individu. Salah satu hak yang dilanggar dalam peristiwa tersebut adalah hak dalam kebebasan menyampaikan pendapat. Hak menyampaikan pendapat adalah kebebasan bagi setiap warga negara dan salah satu bentuk dari pelaksanan sistem demokrasi pancasila di Indonesia. Peristiwa ini menggoreskan sebuah catatan kelam di sejarah bangsa Indonesia dalam hal pelanggaran pelaksanaan demokrasi pancasila. Selain diperingati, seharusnya peristiwa tersebut bisa dijadikan sebuah contoh pelajaran yang kejadiannya tidak boleh terulang lagi. Setidaknya dari peristiwa ini bisa diambil sebuah kesimpulan positif bahwasannya para mahasiswa dan rakyat Indonesia seharusnya tidak akan diam dan akan selalu bersatu untuk menyelesaikan semua masalah Indonesia, terutama masalah tentang pemerintahan. Seharusnya hal tersebut bisa menjadi semangat pada masa kini bagi mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk tetap bersatu dalam mengevaluasi kinerja pemimpin yang tidak baik dalam memegang amanahnya. Dari awal terjadinya peristiwa sampai sekarang, pengusutan masalah ini begitu terlunta-lunta. Sampai sekarang, masalah ini belum dapat terselesaikan secara tuntas karena berbagai macam kendala. Sebenarnya, beberapa saat setelah peristiwa tersebut terjadi, Komnas HAM berinisiatif untuk memulai untuk mengusut masalah ini. Komnas HAM mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa ini adalah pelanggaran HAM yang berat. Masalah ini pun selanjutnya dilaporkan ke Kejaksaan Agung untuk diselesaikan. Namun, ternyata sampai sekarang masalah ini belum dapat diselesaikan bahkan upayanya saja dapat dikatakan belum ada. Belum ada satupun langkah pasti untuk menyelesaikan masalah ini. Alasan terakhir menyebutkan bahwa syarat kelengkapan untuk melakukan siding belum terpenuhi sehingga siding tidak dapat dilaksanakan. Seharusnya jika pemerintah benar-benar menjunjung tinggi HAM, seharusnya masalah ini harus diselesaikan secara tuntas agar jelas agar segala penyebab terjadinya peristiwa dapat terungkap sehingga keadilan dapat ditegakan.

 

Agar masalah ini dapat cepat diselesaikan, diperlukan partisipasi masyarakat untuk ikut turut serta dalam proses penuntasan kasus ini. Namun, sampai sekarang yang masih berjuang hanyalah para keluarga korban dan beberapa aktivis mahasswa yang masih peduli dengan masalah ini. Seharusnya masyarakat dan mahasiswa tidak tinggal diam karena pengusutan kasus ini yang belum sepenuhnya selesai. Walaupun sulit untuk menuntaskan kasus tersebut secara sepenuhnya, tetapi jika masyarakat dan mahasiswa ingin bekerjasama dengan pihak terkait seharusnya masalah bisa diselesaikan, dengan catatan stakeholder yang bersangkutan harus jujur dalam memberikan informasi. Di luar itu semua, ada hal lain yang sebenarnya bisa diambil oleh masyarakat dan mahasiswa dalam peristiwa tersebut, yaitu semangat melawan pemerintahan yang tidak adil dan tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Walaupun bisa dibilang bahwa Indonesia dari tahun ke tahun terus membaik dan berkembang dari segi pembangunan, tetapi tetap banyak masalah yang sebenarnya bisa terlihat jika kita berbicara dari tentang pemerintahan. Beberapa contoh masalah-masalah pemerintahan yang ada, yaitu korupsi, perebutan kekuasaan untuk kepentingan golongan, berbagai praktik kecurangan dalam menapai kekuasaan, dan masalah lainnya. Dari masalah-masalah tersebut, seharusnya masyarakat dan mahasiswa banyak mengambil peran dalam pengarahan dan evaluasi kepemimpinan. Untuk peran mahasiswa tak dapat dipungkiri akan semakin besar karena di pundak mereka ada sebuah beban tanggung jawab dimana para mahasiswa dituntut harus membentuk pemimpin-pemimpin yang cakap untuk mengelola Indonesia yang lebih baik di masa depan. Agar peristiwa ini tak kembali terulang, Hak kebebasan berpendapat setiap warga negara benar-benar harus ditegakan.

 

Undang-undang yang telah mengatur HAM sebaiknya dipertegas sanksinya. Hukuman untuk pelanggaran HAM tersebut benar-benar harus ditindaklanjuti dengan keras. Selanjutnya, berikan pendidikan tentang Hak Kebebasan Berpendapat ke semua masyarakat, agar masyarakat mengerti menyatakan aspirasinya. Jika pemerintah menjunjung tinggi penegakan HAM di Indonesia, seharusnya masalah ini tidak perlu terjadi. Selain itu, agar timbul kepercayaan di di hati masyarakat, pemerintah harus bisa memberikan contoh yang baik. Selain itu, seharusnya pemerintah memberikan kejelasan bagaimana seharusnya aspirasi dari masyarakat dari kalangan mana pun bisa dengan mudah sampai ke tangan mereka. Selanjutnya, harus dijalin rasa saling percaya antara pemerintah dengan masyarakat agar jika terjadi perbedaan pendapat dapat diselesaikan tanpa harus menimbulkan efek yang merusak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

blog dipta

melangit dan bercahaya!

Pojok Biru

kertas-kertas mimpi, inspirasi, dan cerita biru

Big Zaman

dengan menulis, mari berbagi inspirasi!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: